Agustus
Kalau saja, di Pegangsaan itu, duu
Tak ada seseorang yang menyeru
Dengan bendera dan lagu baru
Tentang hak segala bangsa
Apakah akan ada kemerdekaan?
Bung Karno
Bung Hatta
Hormat kepada bendera
Juga seluruh bangsa
Menyatakan "Merdeka"
Menyatakan "Indonesia"
Dari kaki hingga kepala
Dari kubur yang kabur
Hingga yang merah basah:
Merdeka!!!
Itu adalah "kita"
Bukan "mereka"
Sampai kapan pun
Itu adalah "kita"
Bukan "mereka"
Tapi mereka selalu ada
Di mana-mana
Tapi kita selalu tak ada
Di mana-mana
"Jadi yang kita proklamirkan 70 tahun silam itu apa?
Kemerdekaan atau kemerekaan?
Indonesia merdeka atau Indonesia mereka?"
Kenapa kita tiba-tiba terjajah oleh semantika?
Kita bahkan tak tahu lagi siapa kita
Kita bahkan menanggap mereka lebih dari kita
Kita bahkan tak ada
Kerena mereka ada!
"Kenapa kita tetap terjajah, tak pernah merdeka?!"
("Huh! Siapa yang tidak bertanya?")
(Puisi 8 dalam bab Sajak Sembilan Bulan, dari buku puisi 99 Sajak Yudhistira ANM Massardi, terbitan Kepustakaan Populer Gramedia/KPG tahun 2015. Buku ini terpilih sebagai buku puisi terbaik bersama Arus Pagi karya Soni Farid Maulana dalam Anugerah Hari Puisi 2015.).
